PT TATA HAMPARAN EKA PERSADA · 2026

Panduan Penggunaan Peta Tanah & Perencanaan Pupuk

Halaman Peta & Pupuk dibuat agar staf non-teknis dapat membaca kondisi tanah dan menyusun estimasi kebutuhan bahan, tanpa melakukan perhitungan manual.

Langkah 1 — Pilih lokasi

  1. Buka menu Peta & Pupuk.
  2. Klik poligon SPT pada peta atau pilih nomor SPT di daftar.
  3. Klik titik laboratorium di wilayah tersebut jika benar-benar mewakili kondisi blok yang direncanakan.
Warna hijau berarti kode SPT memiliki acuan pupuk pada buku. Warna kuning berarti tidak ada rekomendasi dosis Bab VII. Jangan menyalin dosis dari SPT lain.

Langkah 2 — Tentukan luas efektif

Masukkan luas dalam hektare setelah mengeluarkan area jalan, sempadan, drainase, konservasi, dan area lain yang tidak ditanami. Peta SPT bukan peta batas blok. Jika satu blok melintasi dua kode SPT, bagi luasnya sesuai hasil overlay lapangan lalu hitung masing-masing secara terpisah.

Langkah 3 — Baca rencana bahan

  1. Klik Hitung rencana kebutuhan bahan.
  2. Lihat kuantitas Urea, TSP, KCl, kapur/dolomit, dan bahan organik untuk satu tahun.
  3. Masukkan harga masing-masing bahan dalam rupiah/kg untuk menghitung anggaran bahan. Jika harga belum ada, biarkan kosong.
  4. Unduh CSV sebagai lampiran rapat anggaran atau cetak ringkasan.
  5. Pilih tautan Lanjutkan ke neraca air untuk memeriksa waktu tanam dan kondisi surplus/defisit air.

Bab VII buku kajian sebagai dasar

Klik Buku kajian — ringkasan pemupukan untuk melihat tabel asli pada PDF halaman 201–203. Buku juga tersedia penuh, 297 halaman.

Batas penggunaan

Perencanaan bukan instruksi aplikasi. Dosis final harus ditetapkan agronom berdasarkan hasil uji yang relevan, umur tanaman, program tanam, analisis daun bila tersedia, target produksi, risiko kehilangan hara, dan kebutuhan koreksi kemasaman. Pada sawit baru ditanam, dosis tahunan yang tercantum dalam buku tidak boleh langsung diberikan tanpa penyesuaian.

Kembali ke peta dan kebutuhan pupuk · Neraca air